Sejarah Singkat Senam Lantai
Senam lantai berasal dari Tiongkok. Senam maupun senam lantai menjadi salah satu olahraga tertua di dunia, karena olahraga ini sudah dilakukan oleh para biara di Tiongkok sejak tahun 2700 sebelum masehi. Namun awalnya gerakan-gerakan sederhana dari senam lantai yang dilakukan oleh biara-biara di Tiongkok bertujuan untuk bela diri dan pengobatan.
Hal itu memberikan kesimpulan bahwa olahraga senam lantai bukan olahraga yang baru ditemukan pada abad ke-20, namun sangat jauh sebelum itu. Pada dasarnya gerakan senam dari waktu ke waktu tidak jauh berbeda, akan tetapi seiring perkembangan zaman, gerakan senam mulai banyak dikembangkan dan dibagi ke dalam berbagai jenis, salah satunya adalah senam lantai.
Olahraga senam sendiri mulai dikenal di Indonesia pada sekitar tahun 1912 saat masa penjajahan Belanda. Masuknya olahraga senam ini berbarengan dengan ditetapkannya pendidikan jasmani sebagai pelajaran wajib di sekolah. Karena senam merupakan bagian dari penjaskes, maka dengan sendirinya senam juga turut diajarkan di sekolah.
Senam yang pertama kali diperkenalkan pada waktu itu adalah senam versi Jerman. Sistem ini menekankan pada kemungkinan gerak-gerak yang kaya sebagai alat pendidikan. Lalu pada tahun 1916, sistem itu digantikan oleh sistem Swedia yang lebih menekankan pada manfaat gerak. Sistem ini dibawa dan diperkenalkan oleh seorang perwira kesehatan dari angkatan laut kerajaan Belanda yang bernama Dr. H. F. Minkema. Mulai dari sinilah akhirnya olahraga senam mulai menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.
Saat penjajahan Jepang, mereka justru melarang rakyat untuk melakukan senam dan menggantinya dengan Taiso. Taiso adalah sejenis senam pagi (berbentuk kalestenik) yang wajib dilakukan di sekolah-sekolah sebelum pelajaran dimulai, dengan iringan radio yang disiarkan secara serentak. Namun masyarakat Indonesia menentang Taiso dengan sangat keras, dan memberanikan diri untuk kembali melakukan senam yang mereka lakukan pada saat penjajahan Belanda. Hal itu terus berlangsung hingga era kemerdekaan.
Semakin populernya olahraga senam, maka didirikanlah organisasi yang mampu membina para atlet senam berbakat. Organisasi yang dibentuk pada tahun 1963 ini diberi nama Persani (Persatuan Senam Indonesia). Semakin banyak pegiat olahraga senam, akhirnya mereka secara perlahan menemukan pecahan-pecahan baru dari senam, seperti senam lantai, senam aerobik, dan lain-lain.